Andry menjelaskan, pihaknya memang sengaja tak melakukan peremajaan dari angkot seluruhnya pada 2016. Namun, ia sudah melakukan suatu upaya, yaitu hanya memberikan izin trayek sebanyak 1/3 mobil tua sejak tiga tahun terakhir.
"Jadi izin 2016 1/3 angkutan baru, 2/3 angkot lama, karena kalau kita tindak semuanya masyarakat juga jadi bingung, naik apa, yang kedua kan beli angkot atau bus enggak kaya beli kacang goreng, beli langsung ada, kan butuh proses," pungkasnya.
(Salman Mardira)