JAKARTA - Kereta Bandara Soekarno-Hatta telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa, 2 Januari 2018 lalu. Meski telah resmi beroperasi, pelayanan kereta bandara dan skytrain di bandara level internasional itu masih jauh dari ekspektasi hingga menuai kritik.
Salah satunya yang dilontarkan seorang netizen dengan akun facebook @Maggie Nuansa Mahardika. Dalam postingannya, ia mengkritik sistem operasional kereta bandara yang konon digadang-gadang dapat memudahkan penumpang untuk keluar maupun menuju bandara.
Maggie berbagi pengalamannya itu ke Grup Facebook Backpacker Dunia. Kisahnya berawal saat dirinya bersama temannya, Yessy Febrianty yang baru saja tiba dari Labuan Bajo berencana mencoba naik kereta bandara. Peristiwa tak menyenangkan lantas dialaminya saat menuju ke stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta.
"Karena pesawat landing di Terminal 1C jam 16.30 WIB kami pesan kereta bandara jam 18.10 WIB supaya ada spare waktu nyari informasi dulu. Karena enggak ada keterangan di e-tiket kami soal di mana harus naik, pakai apa ke stasiunnya, harus print tiket atau enggak dan lain sebagainya," tulis Maggie.
(Baca juga: Curhatan Suami Ditinggal Istri Selingkuh hingga Didatangi Preman Penagih Utang)
Kemudian, ia berinisiatif bertanya kepada petugas ihwal cara menaiki rail link. Petugas kata dia, menyarankannya menuju ke stasiun bandara. Nah, untuk ke stasiun bandara mereka diharuskan menaiki skytrain yang stasiunnya ada di depan gate keberangkatan terminal 1B.
"Di stasiun skytrain, mbak-mbak yang jaga bilang, menurut jadwal skytrain bakal tiba dua menit lagi. Dari situ ke stasiun kereta bandara menurut jadwal hanya butuh tiga menit. Nyatanya, itu skytrain baru datang jam enam lewat. Ih, padahal gue udah bangga, lho jadi golongan orang-orang pertama yang nyobain kereta shuttle kayak di Changi atau KLIA," paparnya.
Singkat cerita, Maggie bersama temannya tiba di stasiun bandara pukul 18.06 WIB. Sadar waktu tersisa empat menit, ia pun terpaksa berlari karena ternyata dari tempat turun skytrain ke tempat naik kereta bandara berjarak lumayan jauh dan harus turun menggunakan eskalator.
(Baca juga: Gerah Dimarahi, Sopir Taksi Online Turunkan Wanita dan 3 Anaknya di Pinggir Jalan)
"Begitu sampai di pintu masuk, petugas bilang kami terlambat. Keretanya masih ada di depan muka kami, sih, si petugas juga sudah berusaha nanya lewat walkie talkie tapi memang telat. Yo wis. Masak iya pilotnya disuruh nungguin kita," sindir Maggie.
Kritikan Maggie soal operasional kereta bandara ini kemudian viral di media sosial facebook, hingga menuai beragam tanggapan dari warganet. Menurut Maggie, masih banyak hal yang harus dibenahi manajemen kereta bandara, terutama dari segi akurasi informasi soal ketepatan jadwal keberangkatan.
"Akses informasi yang akurat di terminal kedatangan. Gue nerima info bahwa ke stasiun kereta bandara harus pakai skytrain padahal nyatanya bisa pakai kendaraan lainnya. Informasi lengkap soal akses yang tersedia di tiket tercetak atau di e-ticket. Misalnya, kalau kereta anda jam 18.10 WIB, kasih tahu paling lambat anda harus naik skytrain dengan jadwal pukul sekian. Atau beri keterangan opsi lain untuk mencapai stasiun bandara," tulis Maggie di akun facebook-nya.
(Rizka Diputra)