PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, saat ini tengah sibuk beres-beres rumah dinasnya, di Jalan Gandanegara No 25. Pasalnya, dalam waktu dekat ini dirinya bakal segera meninggalkan rumah yang merangkap kantor yang selama 10 tahun ini menjadi saksi pengambidaannya melayani masyarakat secara langsung.
Mungkin, rumah dinas ini bakal menjadi kenangan indah bagi Dedi Mulyadi. Bagaimana tidak, selama ini hampir setiap harinya ratusan orang bertamu ke rumah ini. Nyaris 24 jam, kediamannya ini tak pernah sepi untuk melayani masyarakat. Ada yang sebatas berkeluh-kesah, hingga curhat masalah pribadi kepada orang nomor satu di Purwakarta itu.
Namun, dalam waktu dekat ini rumah dinasnya itu hanya tinggal kenangan. Mungkin, ada kesedihan tersendiri yang hinggap dalam benak Dedi. Dia akan terkenang masa-masa dimana bisa membantu masyarakat yang tengah dirundung kesulitan.
"Sudah mulai beres-beres. Karena, sebentar lagi saya sudah harus meninggalkan rumah dinas ini," ujar Dedi kepada Okezone, Senin (15/1/2018).
Dedi mengaku, berjuta kenangan harus ditinggalkan di rumah tersebut. Menurut dia, rumah dinasnya itu telah menjadi saksi bisu bagi ribuan orang yang mendapatkan solusi atas masalah yang dideranya.
"Banyak kenangan di rumah ini," seloroh dia.
Menurutnya, sudah menjadi aturan dirinya harus meninggalkan rumah dinasnya. Karena, selama tahapan Pilgub Jabar 2018, dirinya tidak boleh menggunakan fasilitas Negara. Karena itu, seluruh fasilitas yang melekat selama dirinya menjabat bupati, harus dikembalikan kepada negara.
"Ya, kembali tinggal di rumah pribadi," jelas dia.
Selain pindah rumah, kata dia, dirinya pun bakal mengikuti aturan dan mekanisme yang ada. Misalnya, menjalani cuti dalam jabatannya. Sebagai pengganti posisinya, Wakil Bupati, Dadan Koswara akan bertindak sebagai pelaksana tugas.
"Masa jabatan saya jadi bupati akan berakhir pada Maret 2018. Nanti ada pejabat pengganti. Mungkin akan ditunjuk langsung oleh Gubernur," pungkasnya.
(Mufrod)