Bendahara La Nyalla: Kami Baik-Baik Saja dengan Gerindra dan Prabowo

Apriyadi Hidayat, Jurnalis
Selasa 16 Januari 2018 21:10 WIB
La Nyalla Mattalitti (foto: Okezone)
Share :

Sementara dalam kesempatan yang sama Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, mengatakan mahar politik ini merupakan sebuah hal yang sulit ditemukan ujung pangkalnya.

“Menurut saya Rp40 miliar itu kecil untuk Calon Gubernur. Prabowo sudah kasih bocoran, paket hemat Rp300 miliar. Menurut saya itu bukan minta, itu pernyataan jujur dari seorang Prabowo. Anda punya uang tidak? Itu saya yakin itu pembicaraan antara Prabowo dengan calon dengan calon yang elektabilitasnya rendah. Makanya ditanya punya uang tidak? Kalau elektablitasnya tinggi, pasti dicariin uangnya,” ungkap Hendri.

Menurut dia, untuk menjadi seorang pejabat atau pemimpin daerah, rumusnya ada tiga. “Ngetop banget, pinter banget atau kaya banget. Kalau tiga-tiganya enggak ada susah tuh. Katakanlah pinter banget saja, dia mesti cari yang mau sponsorin. Ngetop banget juga gitu. Yang paling enak emang yang kaya banget,” ungkapnya lalu tertawa.

Menurut Hendri, partai politik yang menerapkan sistem mahar hanya untuk mengeluarkan rekomendasi bagi calon kepala daerah memiliki pikiran sempit.

“Kalau mahar yang dimaksud untuk hanya untuk mengelurkan surat rekomendasi, itu tidak tepat. Pertama, parpol seperti itu pemikirannya pendek. Pasti orang-orang itu cuma butuh rekomendasi saja agar mendapatkan perahu untuk Pikkada. Apakah kemudian dia menang? belum tentu. Sekali lagi, kalau dia punya peluang menang, pasti partai politik yang akan mendekati,” urai dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya