Sebab, kata Tsamara, pihaknya sudah berkomitmen bakal melawan kampanye hitam yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk merusak nilai demokrasi di Indonesia.
"Seperti contoh dukungan kami di Sulawesi Selatan PSI dukung Pak Nurdin Abdullah bukan berarti lawan lawan kami serang dengan kampanye hitam. Itu bukan cara PSI," ujarnya.
Tsamara menegaskan, serangan yang bakal dilayangkan oleh PSI yaitu berupa data dan fakta kepada para kandidat yang ikut pilkada. Sehingga, nantinya publik akan menilai apakah kandidat itu laik atau tidak laik maju di Pilkada Serentak.
"Berdasarkan kompetensinya dan juga berdasarkan track record-nya. Itu komitmen kami," tegasnya.
(Baca Juga: Calon Kepala Daerah Sulit Terbebas dari Negatifnya Sistem Demokrasi)