JAKARTA - Partai Hanura mencopot Oesman Sapta Odang (OSO) melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dari posisi ketua umum, dan kemudian mengangkat Daryatmo. Munaslub yang digelar di Bambu Apus, Jakarta Timur itu dihadiri 27 DPD dan 401 (DPC) Hanura.
Menurut Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, digelarnya Munaslub Hanura merupakan langkah tepat. Sebab, kalau Hanura tetap dipimpin OSO tak menutup kemungkinan justru bisa melemahkan partai pada Pemilu 2019 karena di dalamnya tak ada soliditas.
“Pasti melemahkan (Hanura di pemilu), kecuali yang dipilih OSO sendiri, jadi dia bisa saja menggerakan daya upaya. Tapi ini kan yang harus digerakkan partai politik dengan orang-orangnya. Jadi, kalau misalnya tidak ada soliditas di partai tersebut maka susah,” kata Refly Harun saat dihubungi, Kamis (18/1/2018).
(Baca Juga: Hanura versi Ambhara Akan Serahkan Daftar Kepengurusan ke Menkumham)
Refli mengatakan, OSO memang memiliki pengalaman dan royal. Namun, dalam konteks memimpin partai hal tersebut tidak bisa selalu diandalkan. Apalagi, OSO di mata masyarakat juga tidak terlepas dari persepsi negatif.
Adapun yang dibutuhkan Hanura, sambungnya, sebuah soliditas, karena siapa pun ketua umumnya kalau bisa menjaga soliditas maka semua konflik di internal akan tuntas. Begitu pula sebaliknya, kalau soliditas tak terjaga, Hanura akan terpuruk di pemilu.
“Hanya memang kita tahu bahwa tidak ada yang mau protes dia karena beliau ini terkesan banyak resources-nya dan royal. Tapi partai tidak bisa dibentuk hanya sekadar kepemimpinan yang sifatnya tidak demokratis dan kemudian hanya mengandalkan resources pribadi, tidak mungkin membayar masyarakat semuanya untuk memilih partai, yang dibutuhkan tentu kerja kolektif, semangat kebersamaan,” kata Refly.
(Baca Juga: Ini Pesan Wiranto di Munaslub Hanura)
Munaslub Hanura dihadiri 27 DPD dan 401 DPC di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Jumlah tersebut sudah memenuhi persyaratan 2/3 DPD dan DPC Kabupaten/Kota sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
(Arief Setyadi )