Raja Edward mempercayakan pemotongan batu permata itu kepada Joseph Asscher, Kepala Perusahaan Asscher Diamond, di Belanda. Joseph sempat mempelajari permata itu selama enam bulan sebelum mulai memotongnya.
Pada percobaan pertama, pisau baja yang digunakan untuk memotong berlian itu patah. Untungnya, berlian Cullinan tidak mengalami kerusakan. Pada percobaan kedua, berlian terpotong sesuai dengan perencanaan. Asscher sendiri pingsan karena gugup usai memotong batu permata itu.
Berlian Cullinan kemudian dipotong menjadi sembilan bongkahan batu besar dan 100 bongkahan kecil dengan harga jual jutaan dolar Amerika Serikat (AS). Batu permata terbesar dari potongan tersebut diberi nama ‘Bintang Afrika I’ atau ‘Cullinan I’ dengan ukuran 530 karat. Cullinan I disebut-sebut sebagai batu permata hasil pemotongan terbesar dengan kualitas terbaik di dunia.
Batu kedua terbesar diberi nama ‘Bintang Afrika II’ atau Cullinan II dengan ukuran 317 karat. Kedua batu besar itu, dan juga Cullinan III, sempat dipamerkan di Menara London bersama dengan permata-permata koleksi Inggris lainnya. Cullinan I lantas dipasang di tongkat kerajaan sementara Cullinan II terpasang di mahkota kerajaan Inggris.
(Wikanto Arungbudoyo)