"Agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan itu biasanya kalau itu buku di bawah Kemendikbud tentu penting untuk dilihat dan dicek terlebih dahulu," tuturnya.
Sebelumnya, orang tua salah satu siswa di SMPN 2 Sungai Raya, Aceh Timur digegerkan dengan penemuan sebuah bahan berjudul 'Perempuan Bernama Arjuna' di lingkungan sekolah. Novel karangan Remy Sylado itu menampilkan sketsa pria dengan perempuan sedang berhubungan intim dan menjadi koleksi perpustakaan.
Pihak sekolah pun mengakui adanya buku tidak layak baca tersebut. Pasalnya, buku itu diperoleh dari Dinas Perpustakaan dan Kearssipan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang didistribusikan pada September 2017 lalu. Namun baru disadari berbau pornografi pada Januari kemarin.
(Angkasa Yudhistira)