Saat Hendak Ditangkap KPK, Setnov Melarikan Diri ke Hotel di Sentul

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Kamis 08 Februari 2018 11:19 WIB
Foto: Antara
Share :

JAKARTA - Keberadaan terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) saat diduga 'menghilang' ketika hendak ditangkap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 November 2017 lalu.

Ternyata keberadaan Setnov saat itu berada di sebuah Hotel Sentul, Jawa Barat. Hal itu terungkap dalam sidang pembacaan dakwaan dengan terdakwa kasus dugaan merintangi proses penyidikan korupsi e-KTP Fredrich Yunadi.

"Pada saat dilakukan upaya penangkapan dirumah Setnov. Setnov bersama dengan Azis Samual dan ajudannya Reza Pahlevi menuju Bogor dan menginap di Hotel Sentul," ucap Jaksa dalam dakwaannya.

Saat berada di Hotel itu, Setnov terus memantau perkembangan di Ibu Kota. Kemudian, setelah menginap Setnov kembali ke Jakarta dan langsung menuju Gedung DPR.

(Baca Juga: Ditanya soal Keterlibatannya dalam Kasus E-KTP, Ganjar: Karena Bersih, Siapa Takut?)

Sebelum adanya upaya penangkapan kepada Setnov, Fredrich sebetulnya telah melakukan pertemuan dengan Setnov di Gedung DPR. Tetapi kepada penyidik Fredrich mengaku tak mengetahui keberadaan Setnov.

"Terdakwa bertemu tapi mengaku tak mengetahui keberadaan Setnov," kata Jaksa.

Fredrich Yunadi didakwa Jaksa Penuntut KPK telah melakukan perintangan dan menghalangi penyidikan korupsi e-KTP dengan tersangka Setnov.

Atas perbuatannya Fredrich disangkakan dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya