Setya Novanto hingga kini belum mau buka suara soal penulisan nama Edi Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam buku berwarna hitam yang selalu ia bawa saat menjalani proses hukum perkara e-KTP. Saat dikonfirmasi, ia hanya melontarkan senyuman kepada para awak media saat disinggung penulisan nama Ibas sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Disinggung lagi mengenai peran Ibas dalam perkara e-KTP, Novanto justru meminta kepada pewarta untuk mengkonfirmasinya ke Nazaruddin. "Tanya Pak Nazaruddin dong," kata Novanto.
Munculnya nama Ibas sendiri karena dalam buku catatan Setnov ditulis dengan istilah justice collaborator. Hal itu mulai ramai diperbincangkan saat Setnov membuka buku itu pada Setya sidang lanjutan Senin, 5 Februari 2018. Ada satu lembar tertulis nama bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dan Ibas.
Di atas dua nama itu tertulis justice collaborator. Nama Nazaruddin berada persis di bawah tulisan. Di bawah nama Nazaruddin, Setya menggambar dua tanda panah. Tanda panah berwarna hitam dan tertulis nama Ibas. Ada juga tanda panah berwarna merah di bawah nama Ibas dan tercantum angka USD500 ribu.
(Angkasa Yudhistira)