Menyesali Perbuatannya, Pelaku Ngaku Tembak Orangutan karena Stres

Bambang Ir, Jurnalis
Sabtu 17 Februari 2018 19:03 WIB
Polisi tangkap satu keluarga penembak orangutan. (Foto: Bambang Ir/Okezone)
Share :

KUTAI KARTANEGARA – MU (36) salah seorang tersangka penembak orangutan di Desa Teluk Pandan, Kutim, mengaku menyesali perbuatannya. Namun, penyesalan itu tidak membuat dia lepas dari jeratan hukum. Kini, ia bersama empat pelaku lainnya harus meringkuk di balik jeruji.

MU mengaku menghabiskan satu bungkus peluru untuk menembaki orangutan malang itu, pada Sabtu (3/2) sekitar pukul 06.00 Wita hingga 11.00 Wita. MS berkebun sawit dan nanas di Desa Teluk Pandan, Kutim.

“Saya sangat nyesal, kalau dibilang saya beribu-ribu nyesal ini. Ini sungguh pengalaman pertama saya yang cukup besar. Semoga cukup sekali ini saja dan tidak ada lagi nanti,” kata MU di Mapolres Kutim.

Ia mengaku sama sekali tidak tahu jika hewan primata tersebut dilindungi oleh negara. “Saya tidak tahu kalau orangutan itu dilindungi,” ujarnya.

(Baca Juga: Satu Keluarga Tersangka Penembak Orangutan Terancam 5 Tahun Penjara)

MU mengatakan sangat terganggu dengan suara teriakan orangutan di atas ranting pohon besar sambil bergelantungan. “Orangutannya teriak-teriak terus, waktu itu saya kaget dan lagi stres, karena ibuku waktu itu mau pulang. Jadi saya keluar ambil senapan dan saya tembak. Saya sebenarnya enggak mau bunuh cuma mau usir saja, saya stres waktu itu,” bebernya.

Senapan angin yang digunakan itu baru dibeli sebulan lalu dan digunakan untuk jaga-jaga apabila ada hewan liar seperti biawak. MU mengatakan baru pertama kali ini berjumpa dengan orangutan yang hendak mencabut tanaman nanasnya.

(Baca Juga: Satu Keluarga Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penembakan Orangutan)

“Saya nembak saja waktu itu sembarang kena saja. Soalnya orangutannya teriak-teriak seperti mau melawan. Waktu nembak saya habis satu bungkus peluru,” jelasnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya