Share

Tragis! Orangutan Alami 8 Luka Tembak di Sekujur Tubuhnya

Sigit Dzakwan, iNews · Senin 16 Mei 2022 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 340 2594910 tragis-orangutan-alami-8-luka-tembak-di-sekujur-tubuhnya-6dMS7xtCuD.jpg Orangutan alami 8 luka tembak senapan angin (Foto : MPI/Istimewa)

KOTAWARINGIN TIMUR - Seekor Orangutan ditemukan mengalami banyak luka tembak senapan angin oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Orangutan Foundation United Kingdom (OF-UK) di Desa Batuah, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Hasil pemeriksaan petugas banyak peluru senapan angin bersarang di balik kulitnya.

"Ada 8 butir peluru senapan angin di tubuh orangutan ini," jelas Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin (16/5/2022).

Peluru tersebut diperkirakan sudah bersarang lama serta diyakini tidak ditembakkan berturut-turut sekaligus oleh oknum warga. "Kami menduga ini bukan ulah oknum warga yang sengaja. Tapi kemungkinan saat berburu burung ketemu lalu menembak dengan maksud menakuti,” ujarnya.

Muriansyah menegaskan, agar masyarakat yang menemukan satwa dilindungi tak menyakiti hewan tersebut. Sebab ada ancaman hukuman berat bagi yang sengaja memelihara, memperjualbelikan, bahkan menyakiti hewan tersebut.

"Bila terjadi gangguan atau melihat kemunculan satwa dilindungi segera hubungi kami, atau aparat desa setempat, agar tertangani dengan baik,” imbuhnya.

Selain peluru senapan angin di tubuh orangutan juga ada luka gores. Namun luka ini diyakini karena terjatuh dari pohon bukan karena serangan manusia.

Untuk diketahui, Orangutan ini ditangkap menggunakan senapan bius petugas BKSDA pada Minggu 15 Mei 2022. Setelah ditangkap orangutan tersebut dibawa ke tanah lapang untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter BKSDA.

Dari hasil pemeriksaan diketahui orangutan ini memiliki bobot sekitar 55 kilogram dengan perkiraan usia 15 tahun, tergolong orangutan dewasa. Secara garis besar orangutan tersebut dalam kondisi baik.

"Untuk pengambilan peluru dilakukan di BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun, karena tidak memungkinkan saat di lokasi," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini