KUALA LUMPUR – Kasus kematian Adelina Lisao memunculkan desakan agar Indonesia menghentikan pengiriman tenaga kerja (TKI) ke Malaysia. Sebab, perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tewas setelah diduga mengalami penyiksaan oleh majikannya.
BACA JUGA: Siksa TKW Asal Medan, Kakak-Beradik di Malaysia Ditangkap Polisi
BACA JUGA: 19 Orang Dimintai Keterangan Atas Kematian TKI Adelina
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Doktor Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan kasus itu berpotensi merusak hubungan kedua negara. Ia berharap Indonesia tidak berhenti mengirimkan tenaga kerja ke negaranya akibat kasus tersebut.
“Kami (Malaysia) menyatakan penyesalan mendalam apabila laporan media mengenai rencana Indonesia untuk menghentikan TKI atas kasus penyiksaan itu benar adanya,” ujar Ahmad Zahid Hamidi, mengutip dari Bernama, Minggu (18/2/2018).
“Pada faktanya, kita tahu bahwa standar prosedur tertentu yang harus dipatuhi oleh majikan dan pemerintah Malaysia tidak akan pernah melindungi majikan mana pun yang telah bertindak dengan kejam,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu.
Ia mengaku akan segera bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri, dalam waktu dekat untuk mencari penyelesaian atas kasus semacam ini. Ahmad Zahid juga mengatakan bahwa atas dasar kemanusiaan, Malaysia tidak akan pernah menyembunyikan atau menutupi kasus-kasus penyiksaan.