PEMIMPIN kelompok nasionalis, Robert Mugabe memenangi pemilihan secara telak untuk menjadi perdana menteri (PM) kulit hitam pertama di Zimbabwe atau yang sebelumnya bernama Rhodesia pada 4 Maret 1980. Partai Zimbabwe African National Union Patriotic Front (ZANU-PF) yang dipimpin Mugabe memenangi 57 dari 80 kursi di parlemen dalam pemilihan pertama setelah berakhirnya kepemimpinan minoritas kulit putih di Zimbabwe.
Berita kemenangan Mugabe disiarkan di radio dan televisi Zimbabwe, membuat ribuan warga kulit hitam di negara itu turun ke jalan untuk merayakannya. Mugabe adalah seorang tokoh kemerdekaan yang dihormati dan ayam jantan yang menjadi simbol Mugabe meninspirasi para pendukungnya untuk terus bersuara dan mengepakkan sayapnya.
Perayaan tersebut berlangsung dengan damai tanpa ada tanda-tanda ketegangan rasial, namun, di daerah-daerah penting di Ibu Kota, salisbury, pasukan keamanan tetap waspada.
"Saya pikir warga Rhodesia cukup pragmatis dan penuh pengalaman.Saya tidak memvisualisasikan mereka dengan tindakan panik, kerusuhan. Saya pikir mereka akan bertindak dengan cara yang sangat dewasa dan bertanggung jawab. Bagaimanapun, ini adalah negara kita, kemana kita akan lari?" kata mantan Perdana Menteri Ian Smith kepada BBC.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Mugabe berjanji bahwa Zimbabwe tidak akan kembali jatuh dalam konflik bersenjata.
Mugabe telah lama berjuang dalam perang gerilya yang panjang melawan pemerintah minoritas kulit putih di Ibu Kota, Salisbury. Pada awalnya dia merupakan bagian dari Serikat Rakyat Afrika Zimbabwe milik Joshua Nkomo dan kemudian memisahkan diri sebagai pemimpin Partai Zanu (PF).
Pada 1987, Mugabe naik menjadi Presiden Zimbabwe dan terus berkuasa selama lebih dari tiga dekade sebelum akhirnya digulingkan pada 2017 setelah Zimbabwe mengalami krisis ekonomi dan politik yang parah.
(Rahman Asmardika)