Akan tetapi, kabut mengakibatkan pandangan pilot terganggu. Pilot di kokpit Pan Am tidak mampu terus melihat posisi KLM serta tidak bergerak menuju posisi yang ideal. Sementara itu, pilot di kokpit KLM tidak mengerti aksen Inggris yang diucapkan oleh otoritas penerbangan di bandara. Pesawat KLM pun lepas landas sebelum Pan Am mampu bergerak ke sisi samping landasan pacu.
Pada detik-detik akhir sebelum tabrakan, pilot Pan Am melihat pesawat lain melaju lurus ke arahnya dan berteriak, ‘Apa yang dia lakukan? Dia akan membunuh kita semua’. Ia sudah berupaya keras untuk membelokkan pesawat ke rumput ketika melihat KLM melaju dengan kencang tetapi sudah terlambat.
Pesawat milik maskapai asal Belanda itu menabrak bagian samping pesawat Pan Am. Bola api besar muncul dari hasil tabrakan kedua pesawat tersebut.
Sejumlah penumpang mengalami mukjizat karena berhasil selamat dari kecelakaan mengerikan tersebut. Mereka yang berhasil sintas duduk di bagian depan pesawat Pan Am, kurang lebih enam baris pertama, salah satunya Lynda Daniel. Ia menerangkan, pesawat yang ditumpanginya meledak dari belakang.
(Wikanto Arungbudoyo)