JAKARTA- Pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebutkan Indonesia akan bubar di tahun 2030 mendapat kritik dari banyak kalangan.
Pengelola 'Rumah Jokowi' tingkat pusat, Omar Aram mengatakan, 2030 Indonesia justru harus menjadi negara yang mandiri dan kuat. Ia pun sependapat dengan pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir yang menyebut Indonesia akan tetap ada, karena rakyatnya memiliki kesamaan tekad dan daya juang yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.
(Baca Juga: Indonesia Bubar 2030, Kapolri: Jadikan Ini Sebagai Wake Up Call bagi Kita)
"Indonesia merdeka bukan atas pemberian penjajah. Kita merdeka karena semangat dan tekad para pejuangnya, yaitu menjadi bangsa yang merdeka," kata Omar Aram di Jakarta, Selasa (27/3/2018).
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj menyakini Indonesia tidak akan bubar seperti dikatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
"Kami yakin Indonesia akan selamanya tetap ada, dengan syarat bangsa ini beriman, bertakwa dan berbudaya. Insya Allah tidak akan bubar," kata Said Aqil usah bertemu dengan pengurus PP Muhammadiyah di kantor PBNU, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).
Sementara, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengatakan, rakyat Indonesia harus optimis jika ingin negara ini tetap ada.
"Intinya, baik negara maupun komponen bangsa akan tetap bertahan selama masih ada iman," imbuh Haedar Nasir.
Katanya, modal terbesar bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensinya yakni Pancasila. "Kalau dasar filosofinya kuat, Indonesia tidak akan hancur," tegasnya.
Lanjut Omar, kekhawatiran Indonesia akan bubar sangat tidak masuk akal. Menurutnya, sebagai sebuah bangsa, Indonesia memiliki segalanya untuk menjadi bangsa yang abadi dan besar.
Katanya, dengan kekayaan alam dan kekuatan rakyatnya, Indonesia akan menjadi negara yang abadi.
"Kita bisa menciptakan ketahanan pangan. Makanya mulai dari sekarang dibangunan infrastruktur agar semuanya bisa terhubungi, baik logistik maupun komunikasi. Dilanjutkan dengan membangun cluster-cluster industri berbasis kerakyatan," tukasnya.
(Baca Juga: Pidato Prabowo Indonesia Bubar 2030, AHY : Kita Harus Optimis)
Rumah Jokowi sendiri, kata Omar lagi, tengah mengencarkan 3 Gerakan, yakni Gerakan Kebaikan Sosial, Kebaikan Daya Saing, dan Kebaikan Industri.
Dia yakin, jika 3 Gerakan ini diterapkan dengan baik dan benar, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang makmur dan abadi. "Bukannya bubar, seperti yang dikatakan Prabowo Subianto," sindirnya.
Dia pun mengimbau kepada seluruh rakyat, agar bekerjasama dan saling membantu, juga penuh semangat demi terciptanya Indonesia yang mandiri dan kuat pada tahun 2030.
(Salman Mardira)