JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Islam Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan, menyatakan calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 idealnya sosok yang bisa melengkapi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Selain itu, menurutnya, cawapres Jokowi juga sebaiknya berasal dari Pulau Jawa dan muslim.
Ia menjelaskan, sewaktu Jusuf Kalla menjadi cawapres Jokowi, merepresentasikan sosok dari luar Pulau Jawa dan santri. Kedua sosok itu merupakan pengusaha.
"Menurut saya untuk periode kedua dengan mempertimbangkan elektabilitasnya yang belum tersaingi dan adanya dukungan partai besar (PDIP dan Golkar) cawapres Jokowi idealnya dari sosok yang punya concern pada aspek sosial budaya," ujar Bakir Saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (31/3/2018).
Ia melanjutkan, hal itu untuk memastikan program revolusi mental Jokowi bisa lebih eksesif di periode kedua. Periode pertama Jokowi sukses membangun infrastruktur.
"Periode kedua pada penguatan suprastruktur, pada penguatan nilai, pengembangan budaya, sebagai identitas peradaban bangsa," ungkapnya.
(Baca Juga: PPP: Penentuan Cawapres Jokowi Harus Melalui Musyawarah)