Dipeluk Mensos, Air Mata Nenek Becce Tumpah

Advertorial, Jurnalis
Senin 09 April 2018 18:35 WIB
Mensos Idrus Marham merangkul Nenek Becce yang menerima bantuan sosial PKH Lansia (Foto: Dok. Kemensos)
Share :

PINRANG  - Tak ada yang istimewa dengan sepetak gubuk tua di salah satu sudut areal pemakaman di Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, itu.

Orang yang lalu lalang di sekitar lokasi di Jalan Basuki Rachmat ini nyaris tak ada yang peduli. Di bangunan semi permanen dari material barang bekas ini, hidup janda renta, Sandro Becce – begitu ia biasa dipanggil. Sandro dalam bahasa Bugis artinya dukun anak.

Sabtu pagi 7 April 2018, gubuk reyot itu mendadak ramai. Ada tamu istimewa yang bertandang ke rumah janda beranak lima ini. Si tamu tak lain adalah Menteri Sosial Idrus Marham dan rombongan.

Mensos hadir, karena kabar bahwa si nenek tidak lagi menerima faslitas bantuan sosial. Tanpa canggung, Mensos masuk ke gubuk reyot ini, dan duduk di samping Nenek Becce. Maka mengalirlah perbincangan ringan.

Kepada Mensos, Nenek Becce mengaku ikut menyaksikan era kolonialisme Belanda dan Jepang. Dan memang, sesekali ia berbicara dalam kedua bahasa itu dengan fasih.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya