Pasca-Kecelakaan KA Sancaka, Perjalanan Kereta Api Masih Alami Keterlambatan

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 10 April 2018 19:06 WIB
Proses evakuasi KA Sancaka yang terlibat kecelakaan. (Foto: Antara)
Share :

NGAWI - Arus kereta api masih mengalami keterlambatan pasca-kecelakaan kereta api (KA) Sancaka di KM 215+8 Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupatèn Ngawi.

Meskipun dari data Daop 7 Madiun, keterlambatan kedatangan kereta api di Stasiun Madiun sudah berada di bawah satu jam hari ini, Selasa (10/4/2018).

KA Matarmaja misalnya, yang jadwal semula tiba di Stasiun Madiun pukul 02.54 WIB terlambat 35 menit. KA Bima yang seharusnya tiba pukul 03.15 WIB menjadi 03.48 WIB atau lambat 33 menit, KA Malabar yang dijadwalkan tiba pukul 02.35 WIB masuk Madiun 04.17 WIB, terlambat 111 menit.

(Baca juga: Ini Penyebab Kecelakaan KA Sancaka di Ngawi yang Tewaskan 2 Orang)

KA Mutiara Selatan tiba pukul 03.58 WIB terlambat 39 menit dari jadwal awal, KA Gajayana tiba pukul 04.30 WIB terlambat 36 menit, KA Brantas yang tiba 04.50 WIB terlambat 47 menit, KA Majapahit tiba di Stasiun Madiun 05.19 WIB terlambat 33 menit, dan KA Turangga tiba di Stasiun Madiun pukul 05.48 terlambat 27 menit.

(Petugas memperbaiki rel rusak dampak kecelakaan KA Sancaka. Foto: Midaada/Okezone)

Pihak KAI Daop 7 Madiun sendiri hingga pukul 17.00 WIB masih terus memperbaiki rel kereta api yang sempat putus. Ditargetkan kereta api bisa melalui lokasi rel yang putus dengan kecepatan 40 km/jam.

"Kita terus melakukan upaya secepatnya memulihkan kondisi rel supaya dapat kembali melintasi kecepatan normal dengan tetap mèmperhatikan dan mengutamakan keselamatan," ujar Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Supriyanto saat dihubungi Okezone.

(Baca juga: Sopir Truk Trailer Jadi Tersangka Kecelakaan KA Sancaka)

Sebelumnya, sebuah kecelakaan maut melibatkan tiga kendaraan yakni KA Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya, truk trailer dengan Nopol B 9013 TEA, dan satu unit mobil minibus Toyota Avanza dengan Nopol L 1356 BH, Jumat petang 6 April 2018 sekira Pukul 17.40 WIB.

Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Sambirejo, Kecamatan Widodaren, Kabupatèn Ngawi tepatnya 10 KM sebelum Stasiun Walikukun.

Akibat peristiwa itu, satu orang masinis dan satu orang pekerja double-track rel kereta api tewas di lokasi. Sementara satu orang asisten masinis mengalami luka parah, dan beberapa penumpang juga mengalami luka ringan. Selain itu, polisi juga menetapkan sopir truk trailer menjadi tersangka kasus kecelakaan ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya