JAKARTA- Wakapolri Komjen Syafruddin memerintahkan kepada jajarannya untuk memberantas peredaran miras oplosan hingga ke akar-akarnya. Karena satu bulan ke depan umat Islam sudah memasuki bulan Ramadan.
"Kita akan memasuki bulan suci umat Islam. Jangan sampai umat Islam mau beribadah terganggu dengan urusan miras itu, karena sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Maka itu, saya perintahkan kepada seluruh jajaran Polri untuk menuntaskan itu semua, tidak ada lagi kasusnya dan opininya berenti," kata Syafruddin kepada wartawan di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).
(Baca Juga: 5 Minuman Keras Oplosan Mematikan, Salah Satunya Sangat Digemari)
Ia menegaskan, apabila saat bulan ramadan berlangsung masih ada peredaran miras oplosan di suatu wilayah. Maka Kapolda atau Kapolres akan diganti.
"Pokoknya sebelum masuk satu ramadan itu, harus selesai dan opini tidak ada lagi, berhenti. Kalau masih ada peredaran miras oplosan para kepala wilayah Kapolres, Kapolda, kita akan ganti yang lain," ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan melaksanakan operasi besar-besaran secara simultan operasi kewilayahan operasi terpusat baik itu, yang yang dilakukan oleh Bareskrim Polri untuk menginvestigasi semuanya. Dan juga intelijen untuk memantau semua gerakan dari pada orang-orang yang tidak bertanggungjawab pada kasus miras oplosan.
"Kita akan terus konsisten untuk memberantas peredaran miras oplosan sebelum memasuki bulan ramadan," pungkasnya.
(Baca Juga: Polri Buru Aktor Intelektual di Balik Peredaran Miras Oplosan)
Sebelumnya,
Polri kembali menemukan bukti baru terkait barang bukti milik salah satu pelaku penjual miras oplosan di Bandung, Jawa Barat. Bukti baru itu, ditemukannya bunker atau tempat penyimpanan pembuatan miras oplosan.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, bunker milik pelaku penjual miras oplosan di Bandung itu berada di ruang bawah tanah rumah pelaku. Bunker tersebut, tempat membuat miras oplosan.
"Bunker itu, cukup besar, karena pelaku menggunaka ruangan itu dan miras oplosan di kemas botol-botol cukup rapi," kata Setyo kepada wartawan di kawasan GBK Senayan, Jakarta Pusat.
<div class="vicon"><iframe width="480" height="340" src="https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8xMi8xLzExMTAzNC8wLw==" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive"></iframe></div>