"Kata 'hizb' ini bisa diartikan sebagai golongan, kelompok, grup atau partai. Namun kata partai ini tidak otomatis berarti partai politik. Al Maidah 56 juga menegaskan bahwa hizballaah itu adalah orang-orang yang menang," ujarnya.
Lawan kata Hizballaah, menurut Drajad, ialah 'hizbasy-syaithoon,' sebagaimana termaktub dalam surat Al-Munaadilah ayat 19. Dalam Alquran terjemahan Kemenag, hizbasy-syaithoon diartikan sebagai 'golongan setan.'
"Apa ciri-ciri keduanya? Silakan baca sendiri Al-Maidah 55-56 dan Al Mujaadilah 19. Jadi Pak Amien sama sekali tidak membagi parpol menjadi partai Allah vs partai setan. Tidak ada kata-kata parpol dalam ucapan beliau. Beliau menyebut partai, itu artinya kelompok atau golongan. Lebih besar dan lebih luas dari sekedar partai politik," terang Drajad.
Drajad lalu mengutip pernyataan Amien Rais yang memantik kontroversi. "Bukan hanya PAN, PKS dan Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah."
Lihat juga kutipan berikut: "Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya... Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan."