Ia berharap, para tokoh agama maupun politisi tidak menghalalkan segala cara dalam menggunakan rumah ibadah untuk kepentingan politik praktis demi mencari keuntungan golongannya. Sehingga, rumah ibadah atau masjid tidak dikotori dengan politik praktis.
"Yang paling baik adalah harus dipisahkan di mana masjid itu sebagai tempat syiarnya hal-hal yang bagus, jangan dikotori oleh pemikiran-pemikiran yang menyimpang yang pada akhirnya bergeser. Tapi sekali lagi kalau pendidikan politiknya di mana saja bisa diajarkan," imbuhnya.
(Rachmat Fahzry)