Empat Keunikan Pemilihan Umum Malaysia

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 09 Mei 2018 06:01 WIB
Foto: Reuters.
Share :

RAKYAT Malaysia akan berbondong-bondong menuju bilik suara untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum, Rabu, 9 Mei. Namun, pada pemilu kali ini, ada empat keunikan yang mungkin bakal segera mengubah negara tersebut.

Empat keunikan tersebut adalah:

1. Dari kawan jadi lawan

Hal paling membingungkan dalam pemilu kali ini adalah kemunculan Dr Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri Malaysia yang memerintah selama 22 tahun namun kini bergabung ke kubu oposisi.

Mahathir, yang pernah menjadi mentor Perdana Menteri Najib Razak, menyebut kembalinya dia ke kancah politik karena tidak mampu mengabaikan praktik korupsi yang merajalela di negara itu.

"Saya tidak pernah mengira putra perdana menteri yang tersohor mau menjadi pencuri. Dan ini adalah tuduhan dari Departemen Kehakiman AS, bukan kita yang mengatakan demi politik, tidak," ujarnya kepada BBC Indonesia.

BACA JUGA: Batal Calonkan Diri , Anwar Ibrahim Dukung Mahathir Jadi PM Malaysia

Mahathir berbalik melawan Najib menyusul skandal 1MDB senilai miliaran dollar yang menodai pemerintahannya. 1MDB, yang digagas Najib, awalnya dibentuk sebagai dana umum untuk mendorong ekonomi nasional.

Akan tetapi, skandal itu terkuak ketika Departemen Kehakiman AS merilis dokumen gugatan yang menuding dana 1MDB telah melalui pencucian melalui rekening-rekening di AS.

Dana itu kemudian diduga digunakanuntuk membiayai gaya hidup sejumlah orang, termasuk pejabat negara.

Pada Juli 2015, Jaksa Agung Malaysia kala itu, Abdul Gani Patail, mengaitkan sumbangan sebesar USD681 juta (setara hampir Rp10 triliun) yang diterima Najib melalui rekening pribadinya dengan perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga yang bersangkut paut dengan 1MDB.

Patail kemudian diganti dan setelah penyelidikan dilakukan, Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali menuturkan bahwa uang USD681 juta di rekening Najib adalah "sumbangan pribadi" dari keluarga kerajaan di Arab Saudi yang ditransfer antara akhir Maret dan awal April 2013.

"Sudah jelas, tidak ada kesalahan. Itulah pendirian saya," kata Najib kepada Bloomberg pada April lalu, dalam wawancara pertama dengan media asing selama lebih dari tiga tahun terakhir.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya