"Warga intinya sebagian besar menolak jenazah keluarga itu dimakamkan disini (Makam Tembok Gede)," terang salah seorang warga setempat, Fauzi, Senin (14/5/2018).
Menurut Fauzi, warga melakukan penolakan karena mereka telah membuat resah masyarakat, dan membuat orang lain meninggal dunia dengan meledakkan bom.
Sebelumnya, masyarakat dibuat resah menyusul adanya, ledakan bom terjadi di tiga Gereja yang berada di Surabaya, yakni, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Minggu 13 Mei 2018 pagi.
Akibat kejadian itu, setidaknya ada 14 orang dinyatakan meninggal dunia,bahkan, 43 orang diantaranya mengalami luka-luka.