Dia menambahkan bahwa kontrak tersebut dirundingkan langsung di bawah kantor PM Najib, yang mengabaikan peringatan dari kantor kejaksaan agung atas kedua proyek.
Oleh karena itu Lim memerintahkan agar laporan disampaikan kepada komisi antikorupsi dan juga berupaya meminta bantuan dari pihak berwenang Cina untuk memastikan apakah ada pencucian uang dalam kasus tersebut.
Tahun-tahun terakhir kepemimpinan Najib Razak diwarnai dengan dugaan korupsi terkait dengan badan investasi Malaysia, 1MDB, yang juga diselidiki di berbagai negara dengan tuduhan pencucian uang -antara lain Amerika Serikat dan Singapura- walau Najib selalu membantah tuduhan itu.
Masalah 1MDB diperkirakan oleh sejumlah kalangan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kekalahan Najib Razak dalam pemilu 9 Mei lalu.
(Widi Agustian)