Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.
(Baca Juga: Gunung Agung Kembali Erupsi, Masyarakat Diminta Tidak Berada di Zona Bahaya)
Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.
Dikabarkan sebelumnya dari pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita terjadi letusan sebanyak 5 kali dengan hembusan 18 kali.
(Angkasa Yudhistira)