Kehadiran VOC Belanda yang membuat perubahan bahan baku menjadi bahan roti. Saat itu, meski sudah berubah roti buaya tetap dibuat keras dan tawar tanpa rasa untuk tetap digunakan sebagai pajangan. Hal ini berubah seiring pemahaman Islam yang masuk dalam masyarakat Betawi.
Roti buaya pun kini dikenal dengan kelembutannya dan berbagai macam aneka rasa. Tak hanya itu, kini masyarakat Betawi sudah tidak lagi memajang roti tersebut melainkan lebih dibagi-bagi kepada tengga usai acara pernikahan.
"Dulu itu rotinya roti tawar sebagai mana dulu itu roti sebagai persembahan ke perempuan enggak dimakan tapi di pajang di depan rumah atau di lemari pajangan sampai habis dimakan sesek binatang pengerat," paparnya.
Meski demikian, menurut Yahya hal itu tidak mengurangi substansi dari pada makna akan roti buaya.