AS Janjikan Dana Bantuan Keamanan Rp4,3 Triliun untuk Kawasan Indo-Pasifik

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 06 Agustus 2018 15:00 WIB
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo bersama Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam pertemuan di Jakarta, 4 Agustus 2018. (Foto: Dika/Okezone)
Share :

SINGAPURA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo berjanji Washington akan menyediakan hampir USD300 juta (Rp4,3 triliun) untuk pendanaan keamanan baru bagi wilayah Indo-Pasifik. Hal itu disampaikan Pompeo di sela pertemuan menteri ASEAN di Singapura akhir pekan lalu.

"Sebagai bagian dari komitmen kami untuk memajukan keamanan regional di Indo-Pasifik, Amerika Serikat dengan senang hati mengumumkan hampir USD300 juta dalam pendanaan baru untuk memperkuat kerja sama keamanan di seluruh wilayah," kata Pompeo sebagaimana dilansir dari Reuters, Senin (6/8/2018).

BACA JUGA: Menlu RI Angkat Isu Korut dan Perjuangan Palestina saat Bertemu Menlu AS

Bantuan keamanan itu akan digunakan untuk memperkuat keamanan maritim, membangun bantuan kemanusiaan, kapabilitas penjaga perdamaian dan untuk menghadapi ancaman transnasional.

Sebelumnya, AS juga menyatakan akan menginvestasikan USD113 juta untuk inisiatif teknologi dan infrastruktur energi di kawasan Asia yang tengah berkembang.

Visi berkembang Amerika Serikat untuk "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka" muncul pada saat yang sama ketika China meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut sebagai bagian dari rencana Belt dan Road untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara-negara di Asia Tenggara dan sekitarnya.

BACA JUGA: Indonesia Gandeng Bangladesh Aktif dalam Kerjasama Indo-Pasifik

Meski begitu, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengatakan, Beijing siap dan menyambut baik kerja sama dengan AS untuk membantu pembangunan dan keamanan yang lebih baik di kawasan.

Penggunaan "Indo-Pasifik" telah tumbuh di antara para diplomat dari Jepang, Australia, India dan AS dalam beberapa tahun terakhir. Istilah itu merupakan singkatan untuk wilayah yang dipimpin demokratis, menggantikan istilah "Asia-Pasifik" dengan China sebagai intinya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya