Perjalanan Hidup Idrus Marham, dari Dosen hingga Jadi Tersangka KPK

, Jurnalis
Jum'at 24 Agustus 2018 17:22 WIB
Idrus Marham (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Idrus Marham resmi mungundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial (Mensos) dalam Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) pada Jumat (24/8/2018). Pengunduran diri itu tak terlepas dari status tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Idrus pun mengungkapkan dua alasan dalam pengundurannya, yang pertama untuk menjaga kehormatan kepala Negara yang memiliki reputasi baik, dan yang kedua agar tidak menjadi beban bagi Presiden sekaligus mengganggu konsentrasi kepala negara dalam menjalankan tugasnya yang terbilang berat.

Politikus Golkar itu merupakan menteri Jokowi pertama yang tersandung kasus korupsi. Bahkan, ia baru menjabat selama tujuh bulan terhitung dari Januari 2018 sampai 24 Agustus 2018.

 

Dalam meniti karirnya hingga terjun ke dunia politik, banyak jalan yang telah ditempuh mantan Sekjen Golkar itu.

Berikut ini perjalanan karir Idrus Marham dari yang beawal dari dosen sampai menjadi seorang menteri Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK:

Idrus yang lahir pada 14 Agustus 1962 merupakan lulusan S1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alaudin Makassar di tahun 1979. Pada 1983, ia melanjutkan program S-2 nya di Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo, Semarang.

Pada saat masih menjadi anggota DPR periode 2009-2014, ia masih fokus mengejar pendidikan, dan jenjang S-3 nya pun diraih dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

 

Perjalanan karirnya terbilang cemerlang. Sebelum mundur dari jabatan Mensos, Idrus pernah memulai karirnya dengan menjadi dosen di sejumlah universitas. Antara lain Universitas Islam Attahiriyah pada 1986-1992, dosen UNTAR di tahun 1985-1993, dosen Universita 17 Agustus’ 45 Jakarta 1985-1992, Purek III UNIAT Jakarta 1987-1992.

Perjalanan karir Idrus Marham merambah ke dunia politik dimulai pada 1997. Ia menjadi Anggota MPR RI dan Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Pada tahun 2002, karir pria 56 tahun itu terus menanjak dengan menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Kompol LPP DPP Golkar, Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya