Sebut Presiden dan Warga Kenya Sebagai 'Monyet', Pengusaha China Ditangkap

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 07 September 2018 11:50 WIB
Liu Jiaqi. (Foto: Dinas Imigrasi Kenya)
Share :

"Saya tidak bisa berada di sini. Saya tidak suka di sini, seperti monyet, saya tidak suka berbicara dengan mereka, baunya tidak enak, dan miskin, dan bodoh, dan hitam. Saya tidak suka mereka. Mengapa mereka bukan seperti orang kulit putih, seperti orang Amerika? "

Dia mengatakan, dia berada di Kenya karena “uang itu penting”. Tidak diketahui apa pekerjaan Liu di Kenya.

Sejumlah warga Kenya menuntut Liu untuk didakwa, tidak hanya dipulangkan ke China, atas kata-kata rasis yang dia ucapkan.

Ini bukan pertama kalinya pekerja China di Kenya dituduh mengeluarkan pernyataan dan berkelakuan rasis. Awal tahun ini, pekerja Kenya di proyek jalur kereta yang dibangun China dilaporkan menerima diskriminasi dan tindakan rasis dari manajer dan staf warga China.

Pemerintah China baru saja menjanjikan investasi besar ke beberapa negara Afrika, termasuk Kenya. Pekan ini, Presiden Uhuru Kenyatta berada di Beijing untuk menghadiri konferensi di mana China menjanjikan investasi sebesar USD60 miliar di Afrika.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya