JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengeluarkan serangkaian peringatan agar warga mempersiapkan diri menghadapi Badai Florence, yang makin menguat dan akan segera menghantam Carolina.
Trump mencuit bahwa ini akan menjadi "salah satu badai terburuk yang menerjang Pantai Timur dalam beberapa tahun".
Florence merupakan badai Kategori Empat, dengan angin bertiup konstan dengan kecepatan sekitar 220km/jam.
Dilihat dari jalurnya saat ini, topan badai ini diperkirakan akan menghantam daerah sekitar Wilmington, North Carolina, pada Kamis (12/9) malam waktu setempat atau sekitar Jumat pagi waktu Indonesia.
Pihak berwenang telah mengeluarkan ketetapan yang mewajibkan evakuasi di South Carolina, North Carolina dan Virginia, yang berdampak pada lebih dari satu juta orang.
Gubernur Carolina Selatan Henry McMaster memerintahkan penduduk di wilayah yang akan dilewati badai untuk mengungsi, maksimum pada Selasa tengah hari.
Universitas North Carolina di Wilmington juga memberlakukan evakuasi wajib bagi para mahasiswa.
Dalam maklumat terbaru pukul 23:00 waktu setempat (10:00 WIB), Pusat Badai Nasional mengatakan, "Diperkirakan akan ada peningkatan daya kekuatan badai selama 36 jam ke depan, dan Florence diperkirakan akan menjadi badai besar yang sangat berbahaya sepanjang Kamis".
Dikatakan badai akan "meluas hingga 65 km dari pusat topan dan angin badai tropis (akan) membentang melebar hingga 240 km".
Laporan pukul 23:00 menyebut Florence berposisi sekitar 750 km tenggara Bermuda dan bergerak dalam kecepatan sekitar 20 km/jam.
Ini berarti, Florence akan melintasi Bermuda dan Bahama pada hari Selasa dan Rabu, serta menerjang pantai North Carolina pada hari Kamis sekitar pukul 22:00 waktu setempat.
Kepala ahli meteorologi untuk WCBD-TV di South Carolina, Rob Fowler, mengatakan kepada BBC bahwa Florence adalah badai yang akan terus membesar. Dia menyebut, mereka yang berada 100 km jauhnya pun, masih akan merasakan dampaknya.
Fowler menambahkan, hujan lebat dan angin kencang diprediksi mengancam daerah-daerah seperti Charleston, yang hanya beberapa meter di atas permukaan laut.
Florence disebut bisa lebih kuat dari Badai Hugo tahun 1989 yang menewaskan 49 orang dan mengakibatkan kerusakan senilai USD7 miliar (Rp100 triliun).
Sekolah di daerah yang terkena dampak akan mulai ditutup pada hari Selasa dan jalur lalu lintas di beberapa jalan raya akan dialihkan untuk membantu evakuasi.
"Kita tidak akan mempertaruhkan nyawa rakyat Carolina Selatan," kata McMaster.