Buku pertama yang ia tulis berjudul Menggambar Romo Mangun dari Samping Kanan. Buku ini dilahirkan dari pembicaraan ringan sehari-hari bersama Romo Mangun. Bintoro mengisahkan nilai-nilai Romo Mangun yang tidak banyak orang mengetahuinya.
“Saya selalu ingat kata-kata Romo, ‘Kalau kamu punya ide apapun itu, ide baik, jelek, saru, bahkan ide yang sedikit nyentil pemerintah orde baru, tulis saja! Simpan untuk era-era yang akan datang mungkin bisa digunakan.’ Itu kata-kata yang membuat saya termotivasi menulis saat ini,” kisah Bintoro seraya menirukan gaya berbicara Romo Mangun.
Buku yang ia tulis telah diterbitkan dan dijual di toko buku serta melalui situs daring. Bukunya pun di-launching oleh komunitas Generasi Muda Penggemar Romo Mangun yang bekerjasama dengan penerbit.
“Saya menjadi narasumber bersama Arie Sudjito dan Romo Kirjito waktu launching. Waktu itu masih momen ulangtahun saya, jadi itu adalah salah satu kado ulangtahun saya,” ungkap bapak dari dua anak ini.
Kini Bintoro sedang menyelesaikan buku keduanya. Buku kedua ini akan diterbitkan bekerjasama dengan salah penerbit ternama di Indonesia. Rencananya, ia juga akan me-launching bukunya seperti buku pertamanya.
(Qur'anul Hidayat)