Tidak hanya sampai disitu, gempa berpotensi tsunami juga pernah terjadi di wilayah lainnya di Sulawesi. Pada 1 Desember 1927, gempa berkekuatan 6,5 SR yang berpusat di Teluk Palu mengakibatkan 14 orang meninggal dan 50 orang luka-luka. Ini berasal dari aktivitas tektonik Watusampo. Kemudian, pada 30 Januari 1930 juga terjadi gempa di Pantai Barat Kabupaten Donggala yang disertai gempa tsunami setinggi dua meter.
Tidak hanya sampai disitu, pada 14 Agustus 1938, gempa berkekuatan 6 SR berpusat di Teluk Tambu Kecamatan Balaesang Donggala dan menyebabkan tsunami setinggi 8 hingga 10 meter di Pantai Barat Kabupaten Donggala. Akibat dari kejadian ini ratusan orang meninggal dunia dan seluruh desa di pesisir pantai barat Donggala hampir tenggelam.
Sejarah gempa bumi yang terjadi di Sulawesi lainnya terjadi pada 1994, 1996, 1998, 2005, 2008, dan 2012.
4. Sumatera
Gempa berkekuatan 7,9 SR yang terjadi di Bengkulu pada Oktober 2009 disusul rentetan gempa lainnya di Jambi dan Padang, Sumatra Barat, bukanlah peristiwa alam yang baru di Pulau Sumatra. Sumatera juga memiliki catatan sejarah panjang tentang gempa. Bahkan Okezone mencatat ada sekira 20 gempa besar yang berpotensi tsunami dan disusul tsunmai. Diantaranya, pada 1833 gempa berkekuatan 9SR terjadi di Mentawai, kemudian pada 1881 gempa dengan kekuataan 8,5 SR menimpa Nias, dan banyak lagi.
Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI menyebutkan, sebelah Barat Sumatera mempunyai banyak sumber gempa, karena posisinya dekat dengan jalur tabrakan dua lempeng bumi, di mana lempeng samudra Hindia bergerak ke arah dan menunjam ke bawah lempeng benua Sumatra.
5. Nusa Tenggara
Lombok menjadi salah satu wilayah di Nusa Tenggara yang sering mengalami gempa. Pada 29 Juli 2018, gempa dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali, dan Sumbawa pukul 05.74 WIB. Gempa susulan juga masih terus berlangsung sekira 66 kali hingga pukul 09.20 WIB. Kemudian,g empa berkekuatan 6,5 SR kembali mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa terjadi pada 19 Agustus 2018 pukul 11.10 WIB dinyatakan tak berpotensi tsunami. Sebelumnya, beberapa gempa juga terjadi di wilayah Lombok diantaranya pada 1972, 1978, 1979, 2000, dan 2016.
(Salman Mardira)