“Toleransi antarsuku, antaragama, antardaerah itu mutlak, sangat diperlukan. Bangsa ini adalah anugerah dari Allah SWT kepada bangsa kita. Indonesia sudah menjadi sunnatullah bahwa bangsa ini beragam, berbeda-beda tapi jangan sampai antaragama, antarsuku, antardaerah menjelekkan, mencela, tidak saling menghargai,” tegasnya di hadapan ribuan santri dan santriwati.
Dia pun menyebut, persatuan dan kerukunan menjadi aset terbesar bangsa. Namun, fitnah dan kabar bohing kerap mengoyak kerukunan bangsa terutama menjelang pelaksanaan Pemilu, maupun Pilkada baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Sekali lagi saya titip kepada kita semuanya untuk menjaga kerukunan. Kita menjaga persatuan, menjaga persaudaraan. Karena aset terbesar bangsa kita adalah persatuan dan kerukunan. Bangsa ini akan maju dan besar, bisa kuat, kalau kita bisa menjaga persatuan,” tandasnya.
(Baca Juga: Kiai Ma'ruf Amin Tepis Anggapan Kerukunan Umat Beragama Menurun di Era Jokowi)
(Fiddy Anggriawan )