PEKANBARU – Memasuki hari ketiga, tim gabungan belum berhasil mengevakuasi harimau sumatera yang terjebak di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Riau. Padahal, satwa dilindungi itu masih berputar-putar dekat lokasi awal.
Harimau tersebut terakhir terlihat di bawah kolong ruko (rumah toko), tepatnya di saluran pembuangan air. Warga diminta untuk menjaga jarak dengan harimau liar tersebut. Sebelumnya harimau tersebut terjebak di gang sebuah ruko milik warga.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan bahwa pihaknya sudah memetakan empat ruko tempat harimau itu mondar-mandir.
"Harimau telah lolos dari celah ruko. Satwa tersebut terlihat dari celah pipa lubang pembuangan kamar mandi di ruko berbentuk panggung itu," ucapnya, Jumat (16/11/2018).
(Baca juga: Warga Heboh, Ada Harimau Sumatera Tersesat di Ruko)
Tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA, TNI, dan Polri sudah mengepung lokasi. Bahkan, tim telah menembakkan obat bius.
"Tim sudah melakukan penembakan bius. Sebelum melakukan tembakan, tim mengambil posisi yang ideal," imbuh Suharyono.
Sejauh ini tim belum berhasil menangkap harimau tersebut. Harimau masih berada di kolong ruko dengan ketinggian 75 sentimeter (cm).
"Sempitnya lorong ruko menyulitkan tim mememukan persembunyian harimau," ucap dia.
Suharyono melanjutkan, tim kembali melakukan upaya dengan membuat lebih luas pipa pembuangan kamar mandi tempat terkurungnya harimau. Langkah itu dilakukan untuk memasukkan lampu dan video agar dapat memastikan posisi harimau.
(Baca juga: Penembak Bius Dikerahkan untuk Tangani Harimau yang Tersesat di Ruko)
Sebelumnya warga Inhil juga dihebohkan penyerangan harimau bernama Bonita. Satwa ini menyerang tiga warga, dua di antaranya tewas. Penyerangan dikabarkan karena anak Bonita ditangkap pemburu.
Harimau Bonita sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke pusat rehabilitasi di Dhamasraya, Sumatera Barat. Rusaknya hutan tempat tinggal harimau diduga menjadi penyebab utama harimau masuk ke permukiman warga.
(Hantoro)