BEKASI - Melepas penat dengan berwisata, kerap menjadi pilihan yang dilakukan kebanyakan orang. Ada yang memilih melakukan wisata alam, kuliner, belanja, edukasi dan wisata lainnya. Di antara semua pilihan yang disajikan, wisata religi saat ini tengah menjadi fenomena yang memasyarakat.
Adapun wisata religi lebih banyak diminati oleh kalangan berumur yang ingin belajar sejarah masa lampau, sembari introspeksi diri dan mendalami ilmu agama. Wisata religi sendiri biasanya dilakoni di tempat-tempat yang memiliki makna khusus, di antaranya masjid, candi dan makam. Ketiga tempat tersebut diketahui sarat akan nilai sejarah yang menarik untuk disimak.
Bicara mengenai sejarah, Masjid Agung Al-Barkah yang berada di Jalan Veteran Nomor 46, Marga Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi salah satu tempat yang menyimpan nilai-nilai sejarah perjuangan umat Islam dalam menyuarakan kemerdekaan.
Adalah KH Noer Alie yang menjadi tokoh perjuangan Bekasi pada masa itu, yang menjadikan masjid tak hanya sebagai lokasi ibadah semata, tetapi juga untuk menyusun strategi perlawanan terhadap penjajah, hingga akhirnya memperoleh kemenangan.
Tak hanya itu, Masjid Agung Al-Barkah juga diklaim sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia. Tentunya ini menambah kadar sejarah masjid yang berdiri sejak 1890 tersebut. Keberadaannya pun semakin menjadi perbincangan publik, bahkan hingga ke luar daerah. Tak heran, setiap momen besar umat Islam, masjid juga disesaki oleh warga dari luar daerah.
Masjid Agung Al-Barkah Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Religi
Melihat kandungan sejarah Masjid Agung Al-Barkah, hal ini tentunya bisa dilirik sebagai potensi wisata religi oleh pemerintah daerah. Dengan pengelolaan yang cermat serta penambahan beberapa fasilitas, bukan tidak mungkin masjid yang menjadi ikon Kota Bekasi tersebut, dapat menambah pundi-pundi kas daerah.
"Iya, Masjid Agung Al-Barkah sekaligus masjidnya Kota Bekasi, memang sudah dibuatkan konsepnya (jadi wisata religi), sekarang masih dalam proses," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Pemkot Bekasi, Zarkasih kepada Okezone, Kamis (6/12/2018).
Menurutnya, Masjid Agung Al-Barkah memiliki daya tarik bagi setiap pengunjung yang datang setiap harinya. Bahkan setiap momen-momen besar keagamaan, warga dari luar daerah dipastikan berbondong-bondong mengunjungi masjid yang memiliki luas 7.318 meter persegi itu.
"Saat ini pun banyak warga dari luar Kota Bekasi yang sering berkunjung dan sholat, terutama di bulan ramadhan," ujar Zarkasih.
Sebagai masjid pemerintah, sudah sepatutnya ada upaya pelestarian yang dilakukan untuk mempertahankan keutuhan dan keindahan bangunan masjid. Dalam hal ini, pemerintah daerah mengaku mengeluarkan budget khusus untuk biaya perawatan maupun renovasi, yang pengelolaannya diserahkan kepada DKM Masjid Agung Al-Barkah.
"Iya kita ada, melalui bagian Kesos setiap tahun memberikan bantuan keuangan," akunya.
Masjid Ikonik Kota Bekasi
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Hasan Tiger mengatakan, keberadaan Masjid Agung Al-Barkah yang ikonik, pada prinsipnya menguntungkan bagi Kota Patriot tersebut.
"Tentu diuntungkan, artinya itu kan termasuk ikon juga ya di Kota Bekasi. Karena di mana-mana, kota besar itu pasti selalu ada masjid agung di situ. Karena memang diidamkan atau menjadi salah satu ikon," ujarnya.
Hasan menjelaskan, sebagai tempat ibadah bersejarah yang juga ikon Kota Bekasi, sangat memungkinkan bagi pemerintah daerah untuk menjadikan masjid menjadi lokasi wisata religi.
"Bisa saja, karena itu salah satu masjid tertua yang ada di Kota Bekasi, terlebih kalau mengetahui sejarah Masjid Al-Barkah. Saya malah berharap hal-hal yang berkenaan dengan ikon dalam hal ini keagamaan Islam, bisa menjadi wisata religius pengenalan bagi generasi pemula, seperti TK. Kita perkenalkan, inilah Masjid Al-Barkah, masjid tertua dan salah satu sejarah di Kota Bekasi dan juga dapat menjadi pusat dakwah," paparnya.