Kisah Khoyum Pilih Dagang Ayam Geprek di Tol Trans Jawa Ketimbang Kembali Jadi TKI

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Kamis 20 Desember 2018 13:24 WIB
Khoyum lebih pilih dagang ayam geprek di rest area Tol Ngawi-Kertosono ketimbang kembali jadi TKI. (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)
Share :

MADIUN – Jalan Tol Trans Jawa turut membuka peluang bagi warga sekitar untuk menjadi pedagang di rest area pada jalan bebas hambatan itu.

Salah seorang warga, Khoyum, lebih memilih menjadi pedagang makanan ayam geprek ketimbang kembali menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Khoyum membuka warung ayam geprek di Tempat Istirahat KM 597 B, Tol Ngawi-Kertosono, Jawa Timur.

"Saya coba usaha biar enggak balik lagi," kata Khoyum di lokasi, Kamis (20/12/2018).

Ia mengatakan, berdagang ayam geprek merupakan usaha pertamanya sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia pun mengaku mengetahui adanya lokasi berjualan di rest area dengan bertanya ke Jasa Marga.

Khoyum akhirnya mendapatkan lapak di rest area tersebut dengan biaya Rp17, 5 juta per tahun. Namun, lanjut dia, untuk tahun pertama masih mendapatkan subsidi dari BRI.

Ayam geprek dagangannya dipatok Rp20 ribu per porsinya. Bila akhir pekan, Khoyum dapat menerima penghasilan hingga Rp400 ribu. Menurutnya, angka ini cukup lumayan mengingat Tol Ngawi-Kertosono baru beroperasi.

(Baca Juga : Melipir ke Rest Area Tol Ngawi-Kertasono, Jokowi Cicipi Pecel)

Khoyum pun berterima kasih atas fasilitas yang diberikan pemerintah. Dia berharap Joko Widodo (Jokowi) dapat terpilih kembali sebagai Presiden di Pemilu 2019.

"Jadi lebih baik, bisa mengurangi pengangguran. Jadi bisa mandiri," jelasnya.

(Baca Juga : Jalan Tol Jakarta-Surabaya Sepanjang 741 Km Akhirnya Tersambung)

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya