Ia mengatakan, perbedaan aspirasi politik itu seharusnya dijadikan sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) tetap terpelihara.
"Marilah kita membangun budaya berpolitik yang santun, berakhlakul karimah, penuh dengan nilai keadaban dan kesopanan. Marilah kita menjauhi budaya politik yang penuh dengan kecurigaan (suudz-dzon), pertentangan (ta'arudl), permusuhan (tanazu') dan persaingan (tabaghut) yang tidak sehat dengan menghalalkan segala cara," tutupnya.
(Baca Juga : Timses Jokowi Harap Tes Baca Alquran Bisa Meredam Politik Identitas)
(Erha Aprili Ramadhoni)