Polisi Harus Lebih Waspada dalam Membaca Serangan Teroris

Fadel Prayoga, Jurnalis
Rabu 02 Januari 2019 07:16 WIB
Foto Ilustrasi Okezone
Share :

JAKARTA - Dua anggota polisi, yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso ditembak oleh sekelompok teroris Ali Kalora CS di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Senin, 31 Desember 2018. Mereka ditembak saat sedang membersihkan ranting pohon yang menutup rombongan kepolisian ketika melaksanakan proses evakuasi dan olah TKP mutilasi seorang warga Poso.

Mantan narapidana terorisme, Sofyan Tsauri meminta kepada seluruh jajaran Korps Bhayangkara untuk lebih hati-hati dalam membaca pola penyerangan kelompok separatis yang selalu berubah-ubah.

Menurutnya, menembaki polisi di sebuah tempat terjadinya sebuah tindak kriminal, merupakan cara baru mereka dalam mengelabui polisi untuk masuk ke dalam jebakannya.

“Nah ini modus, baru sekali yang di Poso, nah ini yang kedua. Bisa jadi nanti ada kejadian lagi. Ketika ada berita itu, harusnya dibuat body sistemlah supaya ada pertahanan yang lebih kuat, jangan-jangan jebakan. Jadi harus lebih hati-hati lagi,” kata Sofyan kepada Okezone, Rabu (2/1/2019).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya