"Kerusakan parah ini membuat aktifitas belajar mengajar di hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang, terganggu," ujar Agus Kusaeri, Kepala Sekolah MTs Istiqomah kepada wartawan.
Dia menambahkan, para siswa dan guru yang datang ke sekolah hanya bisa membersihkan puing-puing bangunan yang rusak dan berserakan. Kegiatan belajar pun tak bisa dilakukan, lantaran atap bangunan yang hilang masih dalam perbaikan.
"Pihak sekolah masih melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan, terkait perbaikan salah satu ruangan yang ambruk," tutur Agus.
(Baca Juga: Cirebon Diterjang Puting Beliung, 1 Orang Balita Tewas hingga 165 Bangunan Hancur)
Sedangkan, delapan kelas lainnya yang mengalami kerusakan pada bagian atap terus digenjot perbaikannya agar dapat digunakan secepatnya untuk kegiatan belajar siswa. Selain merusak ruang kelas, puting beliung juga menerjang fasilitas lainnya di antaranya kantin, musala dan toilet.