CILEGON - Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat jelas dari Kota Cilegon bahkan Kota Serang. Asap tebal dari gunung yang berada di Selat Sunda terlihat jelas dikarenakan cuaca sedang cerah sejak pagi hingga sore hari di wilayah Banten.
Bahkan, erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi tontonan masyarakat yang merasa takut. Sebab, semenjak musibah tsunami di pesisir Anyer hingga Sumur erupsi tidak pernah telihat karena selalu tertutup kabut tebal.
"Semenjak tsunami kemarin, ini erupsinya keliatan jelas. Tadi, sebelum magrib jelas banget asap tebal ke atas. Jadi tontonan warga juga," kata Darjat, warga Cilegon, Banten, Jumat (4/1/2019).
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Diimbau Tenang tapi Tetap Waspada
Asap tebal membumbung tinggi dari arah Gunung Anak Krakatau bahkan terlihat hingga Kota Serang, meskipun hanya asapnya saja yang terlihat. "Tadi langit lagi cerah. Kaget aku juga pas keliatan jelas asap gunung krakatau," ujar Bella warga Sempu, Kota Serang.
Sementara itu, warga Anyer Ade (42) mengaku akhir akhir ini dia kerap mencium bau belerang saat berada di luar rumah. Bau diduga berasal dari gunung krakatau yang tertiup angin hingga daratan. "Kemarin nyium belerang, angin membawa bau belerang dari Krakatau mungkin," katanya.
Meskipun begitu, akhir-akhir ini masyarakat di pesisir pantai tak lagi was-was sejak suara dentuman Gunung Anak Krakatau tidak terdengar lagi. "Dari musibah tsunami, seminggu itu dentuman kayak ombak kedenger jelas. Alhamdulilah sekarang sudah berhenti," ujarnya.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Semburkan Abu Setinggi 1.500 Meter
Berdasarkan data, aktivitas gempa Gunung Anak Krakatau sebanyak 37 letusan dengan amplitudo : 15-35 mm, dan durasi : 29-187 detik. Serta, tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-17 mm (dominan 8 mm).
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati dalam radius 5 km dari kawah.
(Edi Hidayat)