Selain itu, berdasarkan analisa Boni, partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin mayoritas berlandaskan nasionalis yang mengusung wacana atau narasi politik kebangsaan. Sehingga, kata Boni, Jokowi terbentuk menjadi pemimpin yang nasionalis dan inklusif.
"Strategi kampanye yang memakai pendekatan 'positive campaign' mencerminkan pemerintahan Jokowi nantinya dibangun di atas optimisme dan berpotensi membawa Indonesia pada level kemajuan yang lebih tinggi baik di tingkat kawasan maupun dunia," sambungnya.
Kemudian, dari segi sosial dan budaya, Boni menilai Jokowi-Ma'ruf Amin dapat membangun kebebasan sipil baik dari segi toleransi, keragaman, kebebasan berpendapat, maupun terjaminnya hak-hak asasi manusia.
"Negara juga akan lebih tegas dalam mengatasi kebangkitan radikalisme, ekstrimisme, dan kelompok anti-Pancasila yang mengusung khilafah dalam konteks 'NKRI Syariah," imbuh Boni.