Marak Hoaks Jelang Pilpres, Demokrat Minta KPU Jangan Terlalu Sensitif

Sarah Hutagaol, Jurnalis
Sabtu 05 Januari 2019 12:39 WIB
Ketua KPU RI Arief Budiman laporkan hoaks kertas suara yang sudah tercoblos ke Bareskrim Polri. (Foto : Puteranegara Batubara/Okezone)
Share :

JAKARTA - Terkait hoaks soal surat suara tercoblos yang disebarkan oleh Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Didi Irawadi, menyarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menjadi pihak penyelenggara yang tegar.

Selain itu, Didi menilai, KPU harus siap jika ada masyarkat yang memberikan informasi-informasi terkait penyelenggaraan pemilu, seperti yang dilakukan oleh Andi Arief. Karena itu, ia berharap KPU tidak usah terlalu sensitif.

“Saya kira penyelenggara ini harus tegar menghadapi berbagai macam cobaan-cobaan, menghadapi kritikan-kritikan. Penyelenggara juga menurut saya harus siap kalau ada orang yang memberikan informasi-informasi yang baik, jangan terlau sensitiflah saya kira,” ujar Didi Irawadi saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).

Jika dalam menghadapi berbagai macam informasi dan kritikan, KPU langsung resah, Didi menilai hal tersebut akan membuat keresehan terhadap masyarakat Indonesia. Ia merasa akan banyak hal yang akan terjadi selama proses pemilihan umum.

“Karena kalau penyelenggara apalagi KPU yang menjadi wasit penentu Pilpres dan Pileg 2019 yang tidak lama lagi dilakukan kelihatan resah, galau dan sebagainya, ini akan membuat galau seluruh bangsa. Makanya tegar saja, ini biasa,” ungkapnya.

“Di negara lain kita lihat kayak di India, lebih gila lagi demokrasinya, lebih bergejolak setiap pemilu. Oleh karenanya, ya tenang-tenang saja saya kira. Belum ada hal luar biasa yang mengganggu, tinggal bekerja yang baik saja yakinkan rakyat ini,” tambah Didi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya