PAPUA – Penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua Pegunungan menjadi sorotan. Tiga ASN yang tewas adalah Wili Mbuik (26), Aprida Rapi (49), dan Alfonsius Albinus Meha (35).
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Nduga diduga terlibat dalam aksi pembunuhan tiga ASN tersebut.
Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menanggapi penembakan tiga ASN di Jayawijaya.
"Laporan TPNPP oleh Kodam Ndugama sangat jelas. Mereka sampaikan bahwa tiga orang itu, mereka melarikan diri. Jadi kita tembak, yang lain tidak tembak karena mereka bersedia diperiksa," kata Sebby, dikutip Minggu (13/9/2026).
KKB teroris kata Sebby juga telah menerima laporan mengenai salah satu perempuan yang dicurigai sebelum kejadian penembakan. Dia menuding perempuan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas intelijen dari Jakarta.
"Dan kami juga sudah terima laporan sebelumnya bahwa ada perempuan ini dicurigai. Kami sudah terima laporan jauh-jauh sebelumnya. Mereka bilang ada satu agen intelijen yang dikirim dari Jakarta," ujarnya.
Dia menyebut orang asli Papua maupun pendatang yang dianggap membantu aparat sebagai pihak yang akan ditindak.
Sebby menambahkan, KKB telah menjalankan apa yang disebutnya sebagai fungsi perang dan hukum humaniter dengan memberikan peringatan kepada warga sipil agar meninggalkan wilayah konflik.
Dia juga mempertanyakan alasan warga dari luar Papua datang dan bekerja di wilayah tersebut. Sebby menyatakan pekerjaan di bidang kesehatan, aparatur pemerintah, pendidikan, pertanian, maupun sektor lainnya seharusnya dapat diisi oleh orang asli Papua.