Nurhadi-Aldo: Satir Politik dan Skeptisme yang Memuncak Jelang Pilpres 2019

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 08 Januari 2019 07:35 WIB
Pasangan capres dan cawapres fiktif Nurhadi-Aldo. (Foto: Facebook Nurhadi Aldo)
Share :

Namun di Instagram, pengikut akun Nurhadi-Aldo lebih besar daripada akun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (94,8 ribu) dan Golkar (9,7 ribu).

Dalam sejumlah unggahannya, penggagas Nurhadi-Aldo menyindir realitas politik, antara lain dengan kutipan, "PKI dan isu kepercayaan radikal merupakan manuver politik kelas penguasa untuk menarik simpati massa."

Ada pula kutipan, "Nasionalisme hanyalah dalih penguasa untuk mengontrol rakyat."

Lihat postingan ini di Instagram

Bapak Aldo berpendapat bahwa "didalam sistem democrazy kita saat ini seluruh rakyat tidak dapat ikut serta ambil bagian dalam urusan pemerintahan hanya segelentir orang yg mempunyai cukup atau modal lebih yg dapat bersuara mewakilkan banyak orang", oleh karena itu Kami hadir untuk menyuarakan suara rakyat dari bawah keatas dan depan belakang. Kami hadir tidak hanya peduli dengan masalah didalam negeri namun kami juga peduli dengan permasalahan batas antar kaki setiap insan dibumi ini. #McQueenYaQueen #salamDildo

Sebuah kiriman dibagikan oleh Nurhadi Aldo (@nurhadi_aldo) pada

Akun Nurhadi-Aldo juga menyindir partai politik tertentu, salah satunya dengan berkata, "Partai sebelah berani menolak poligami, tapi enggak berani membawa isu LGBT."

Salah satu penggagas sekaligus tim sukses pasangan fiktif ini, Edwin, menyebut kelompoknya mendiskusikan secara serius setiap unggahan satir politik. Meski lebih mudah ditangkap sebagai ungkapan jenaka, ungkap dia, kalimat-kalimat tersebut menggambarkan realitas politik Indonesia saat ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya