Nurhadi-Aldo: Satir Politik dan Skeptisme yang Memuncak Jelang Pilpres 2019

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 08 Januari 2019 07:35 WIB
Pasangan capres dan cawapres fiktif Nurhadi-Aldo. (Foto: Facebook Nurhadi Aldo)
Share :

"Tujuan kami menyadarkan masyarakat bahwa politik itu penting. Ini gerakan pembaruan. Ini bukan sekadar gerakan anak muda, tapi tempat edukasi masyarakat," tuturnya.

Menurut Hurriyah, warganet ramai berbincang di akun Nurhadi-Aldo karena kritik terhadap capres-cawapres kerap perundungan dan bantahan. Mereka yang gandrung terhadap pasangan alternatif fiktif ini, sebut Hurriyah, berpotensi besar tak menggunakan hak pilih atau menjadi golongan putih (golput).

"Mereka yang kecewa dan tidak acuh terhadap politik cukup besar. Tahun 2019 ada kemungkinan jumlahnya meningkat," ujar Hurriyah.

Dalam catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU), persentase golput pada Pemilu 2009 dan 2014 berkisar 25–30 persen. Angka golput pada rentetan pilkada selama beberapa tahun terakhir juga serupa.

(Baca juga: Kehadiran Nurhadi-Aldo Mampu Meluweskan Ketegangan Pilpres 2019)

Sementara Maman Imanulhaq, juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, tidak khawatir jika para pengikut Nurhadi-Aldo terus-menerus skeptis terhadap pilpres. Menurut dia, jumlah follower pasangan fiktif itu tak sebanding dengan target suara Jokowi-Ma'ruf.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya