"Dari 182 juta pemilih resmi, sekitar 300 ribu orang itu tidak terlalu signifikan. Yang penting edukasi agar jangan sampai ada yang golput atau apatis," kata Maman.
Sementara Andre Rosiade, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, yakin strategi kampanye yang personal dan rinci akan meluluhkan kelompok skeptis. Ia mengatakan, pihaknya terus memperuncing strategi kampanye di media sosial.
"Orang-orang itu butuh kepastian program. Kami akan lakukan pertemuan tatap muka terbuka (town hall meeting) untuk paparkan visi-misi, juga pendekatan rumah ke rumah untuk dekati swing voter ini," ujarnya.
Dua pasangan capres-cawapres itu sendiri masih berkesempatan memaparkan program nyata mereka, karena kampanye pilpres masih akan bergulir hingga 13 April 2019. Debat pertama capres-cawapres akan berlangsung 17 Januari, sedangkan kampanye metode rapat umum dimulai 24 Maret.
Adapun pencoblosan pilpres akan dilakukan 17 April, serentak dengan pemilihan legislatif.
(Hantoro)