JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan telah mengunjungi 1.000 titik atau tempat selama masa kampanye pemilihan presiden sejak 11 Agustus 2018 hingga 7 Januari 2019.
Berdasarkan data yang dimiliki Tim Prabowo-Sandi, tercatat Sandi telah menempuh perjalanan sejauh 107.237,3 kilometer atau dua kali lebih putaran bumi.
Merespons itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan, 1.000 titik adalah jumlah yang sedikit jika dikomparasikan dengan luas wilayah Indonesia. Selain itu, Karding menilai kunjungan Sandiaga tak lebih sebagai bentuk narsisme belaka.
(Baca juga: Sandiaga Sudah Mencapai 1.000 Titik Kampanye sejak Agustus 2018)
"Jumlah 1.000 titik itu adalah jumlah yang sangat sedikit jika dikomparasikan dengan luas wilayah Indonesia. Dari beberapa kunjungan Sandi ini lebih kepada bentuk narsisme saja," ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).
Ketua DPP PKB itu menilai Sandiaga sedang menampilkan 'narsisme numerik' lewat pencapaian 1.000 titik kampanye yang dilakukannya. Di 1.000 tempat tersebut, Karding menduga Sandi menebar kebohongan dan bermain sandiwara.
"Narsisme numerik artinya pencitraan seakan-akan digambarkan dengan jumlah nomor 1.000 yang pada kenyataannya kita lihat banyak pada titik itu tidak ada solusi disampaikan kecuali menebar kebohongan dan bermain Sandiwara di banyak titik," sindirnya.
"Kalau toh ada itu paling OK OCE. OK OCE juga di Jakarta belum ada buktinya bahkan banyak yang tidak berhasil sehingga sebenarnya yang diperlukan tiap kunjungan itu memberi dampak, memberi berkah, memberi manfaat atau memberi pikiran solusi yang diberikan masyarakat," sambung Karding.
(Qur'anul Hidayat)