Mbok Yem menyadari berjualan di puncak gunung bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, bahan-bahan dagangannya harus diangkut dari bawah ke puncak gunung.
“Dagang di sini ya semampunya, kalau mampu diteruskan di sini, ya kalau enggak mampu ya tidak diteruskan,” tuturnya dalam bahasa Jawa.
Dikutip dari Solopos.com, guna memenuhi kebutuhan di warung, Mbok Yem dibantu beberapa orang, salah satunya Parmi. Dalam sepekan, Parmi bisa sampai tiga kali naik-turun Gunung Lawu untuk menyediakan logistik. Sekali angkut, dia membawa 45 kilogram barang dagangan. Barang seperti beras, minyak goreng, dan sejumlah sembako lain diletakkan dalam karung untuk diangkut ke puncak gunung.
Parmi pun membutuhkan waktu sekitar enam jam dari pos pendakian Cemoro Sewu untuk mencapai warung Mbok Yem di dekat Puncak Hargo Dumilah. Dia telah menjajaki pekerjaan tersebut sejak awal warung berdiri.
(Qur'anul Hidayat)