JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai fenomena pembongkaran makam merupakan prilaku intoleransi yang "overdosis".
"Peristiwa pembongkaran makam karena berbeda pandangan politik sangat ironis. Negeri ini sudah overdosis intoleransi," kata Ketua DPP PSI, Dara Adinda Nasution kepada Okezone, Senin (14/1/2019).
Baca Juga: Aksi Bongkar Makam karena Beda Pilihan Caleg di Gorontalo Menuai Keprihatinan Publik
Menurut Dara, prilaku yang memaksa orang sudah meninggal masih diseret-seret ke dalam urusan politik dianggap tidak masuk akal dan menggelikan.